Yayasan Inter Medika

Kenapa Kita Harus Test HIV

Yayasan Inter Medika December 15, 2015 Kesehatan, Komunitas No Comments on Kenapa Kita Harus Test HIV
Kenapa Kita Harus Test HIV
Bagaimana kita bisa tahu kalau kita terinfeksi HIV?
Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak, adalah dengan melakukan tes HIV (biasanya akan diperiksa antibodi HIV). Kita tidak bisa menebak apakah seseorang sudah terinfeksi HIV hanya dengan melihat kondisi fisik orang tersebut. Kita juga tidak bisa mendiagnosa HIV hanya dari melihat tanda-tanda dan gejalanya saja. Gejala orang terinfeksi HIV sangat tidak spesifik. Banyak gejala lain yang mirip terinfeksi HIV stadium lanjut, namun banyak juga HIV yang tidak bergejala sama sekali. Itulah mengapa tes HIV merupakan satu-satunya cara definitif untuk memastikan hasil dari diagnosa terkait terinfeksi HIV atau tidak.
Mengapa kita harus tes HIV?
Jika kita tidak pernah berhubungan seks yang beresiko, tidak pernah bergantian jarum suntik (menggunakan narkoba suntik secara bersamaan misalnya), tidak pernah terpapar HIV pada tindakan medis atau di tempat kerja, maka kecil kemungkinan kita terinfeksi HIV. Untuk kondisi di atas bisa dikatakan tidak ada alasan untuk kita melakukan tes HIV.
Jika ada kemungkinan kita terpapar HIV dengan cara apapun di atas, ada baiknya kita melakukan tes HIV.
Banyak orang takut untuk tes HIV karena alasan konyol, yaitu takut menerima jika hasilnya positif. Ini artinya orang-orang tersebut akan menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hanya untuk mengkhawatirkan bila seandainya hasilnya positif. Kekhawatiran tidak bisa mencegah seseorang dari terinfeksi HIV loh, akan lebih baik untuk tahu status kita daripada tidak tahu sama sekali dan menjadi khawatir (galau) yang berlebihan.
Akan berbeda jika kemudian kita tes HIV lalu hasilnya negatif tentu saja kita akan bisa tenang dari sebagian besar kekhawatiran yang kita rasakan. Namun jika hasilnya positif, kita akan selalu ditawarkan untuk mendapat dukungan emosional dan pilihan-pilihan atas apa yang akan direncanakan kemudian. Kemudian akan dilakukan asesmen kesehatan dan mungkin saja memulai terapi antiretroviral (ARV), juga akan diberikan advis-advis untuk menghindari penularan HIV kepada pasangan kita, dan anak kita jika kemudian merencanakan untuk memiliki anak. Karena dengan kita mengetahui status kita, apalagi setelah mendapatkan pemaparan terkait HIV dan AIDS, kita tidak lagi dihadapkan ketakutan-ketakutan ekstrim sesuai dengan apa yang dulu pernah didoktrinkan di bangku sekolah. Bahwa positif HIV pasti dihadapkan dengan kematian yang nyata dan penanggung dosa dunia. Sudah saatnya membuang jauh stigma seperti itu.
Kapan sebaiknya kita tes HIV ?
Meskipun orang yang baru saja terinfeksi HIV akan menjadi sangat infeksius untuk orang lain, namun untuk mendapatkan hasil tes yang akurat harus menunggu sementara waktu. Lamanya waktu dari mulai terinfeksi sampai mendapatkan hasil tes yang akurat bergantung dari jenis dan metode tes yang digunakan.
Pada sebagian besar tes HIV, biasanya menggunakan metode tes yang standar, yaitu melakukan uji antibodi. Artinya tujuan tes HIV, dilakukan untuk menemukan ada tidaknya antibodi terhadap HIV di dalam tubuh kita. Untuk sebagian besar populasi, tubuh kita akan membuat antibodi HIV antara 6 minggu sampai 3 bulan setelah terinfeksi. Artinya perlu waktu sampai 3 bulan agar antibodi HIV terdeteksi. Jika dilakukan tes kurang dari 3 bulan dari saat terpapar ada kemungkinan hasilnya tidak akurat karena tubuh belum sempat membuat antibodi HIV-nya. Masa waktu 3 bulan ini kemudian dikenal sebagai periode jendela atau window period. Jadi ada baiknya kita menunggu 3 bulan dari risiko terinfeksi untuk mendapatkan hasil tes yang akurat.
Nahhh, selama kita menunggu untuk testing dalam periode jendela ini sebaiknya kita menghindari paparan risiko terinfeksi selama 3 bulan. Artinya kita harus melakukan seks yang aman (memakai kondom) dan tidak bergantian menggunakan jarum suntik. Jika kemudian hasilnya negatif sedangkan kita melakukan aktifitas berisiko dalam periode jendela, maka hasil negatif tersebut menjadi tidak akurat dan kita harus menunggu masa 3 bulan lagi.
Antibodi itu sebenarnya apa sih?
Tes antibodi adalah tes yang paling umum digunakan. Tes ini akan mencari antibodi HIV di dalam tubuh kita. Ketika HIV memasuki tubuh kita, tubuh kita akan membentuk semacam protein yang dikenal sebagai antibodi. Antibodi adalah respon alamiah tubuh kita terhadap infeksi. Jadi, jika seseorang memiliki antibodi spesifik untuk HIV maka orang tersebut telah terinfeksi HIV (kecuali pada bayi yang akan membawa antibodi ibunya sampai beberapa bulan). Bergantung dari tempat layanannya, tes antibodi bisa diperoleh dalam waktu kurang dari satu jam (untuk rapid test).
Di puskesmas-puskesmas dan klinik – klinik yang menyediakan pelayanan tes HIV di Indonesia menggunakan rapid testing yang juga sudah sangat akurat untuk deteksi antibodi HIV.
sumber :http://www.brondongmanis.com

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response