Yayasan Inter Medika

Virtual Outreach (penjangkauan melalui media sosial)

logo-media-sosial-baru

 

Dalam Pelaksanaan program penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta difokuskan pada upaya pencegahan pada kelompok resiko tinggi dan upaya perawatan, dukungan dan pengobatan pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Target program adalah penjangkauan secara efektif kelompok resiko tinggi transmisi seksual, dalam penangulangan HIV dan AIDS mengunakan strategi penjangkauan langsung (face to face) maupun tidak langsung (KIE,media sosial ) . Tren media sosial dewasa ini di manfaatkan untuk menjangkau komunitas gay dan lsl yang merupakan penguna internet terbanyak di bandingan populasi kunci lainya. Penjangkauan melalui media sosial sangat cocok d implementasikan untuk penjangkauan gay dan LSL di karenakan karakteristik gay dan LSL yang masih Hidden dan mobilitasnya tinggi terutama untuk didaerah jakarta.

Dengan semakin terjangkaunya internet dan semakin tingginya mobilitas, media sosial (social media) tidak hanya menjadi channel yang semakin digandrungi untuk berkomunikasi, tapi juga mengubah cara orang berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Keistimewaan media sosial, seperti yang dilansir banyak pihak, adalah pada kecepatan dan interaktivitas komunikasi yang terjadi. Dengan media sosial, pengguna dapat menyebarkan berita maupun ide, mendapatkan komentar dan feedback, mengembangkannya lebih lanjut, serta berdiskusi dengan berbagai pihak di seluruh penjuru dunia. Yang menarik, media sosial tidak hanya mendekatkan jarak dan merapatkan waktu, tetapi juga memiliki potensi untuk mendorong terjadinya perubahan sosial.

Strategi penjangkauan melalui media sosial di terapkan oleh Yayasan Intermedika di project YCC (YIM Care Center ) dan Project DERAP yang dimana selain strategi penjangkauan melalui media sosial YCC dan DERAP juga menerapkan strategi one stop services penjangkauan. strategi one stop services penjangkauan adalah dimana petugas lapangan tidak hanya berperan sebagai penjangkau saja melainkan juga berperan sebagai MK (manager Kasus),konselor,dan buddies sehingga penjangkauan akan lebih efektif dan efisien. Hal itu yang dimanfaatkan . Media sosial yang digunakan adalah media yang sering di gunakan gay dan LSL untuk berkomunikasi dan mencari parner seks seperti BBM,Whatapps,Line,facebook,wechat,grinder,jackd,growl,dan hornet untuk memberikan informasi terkait HIV dan AIDS dan akses layanan kesehatan.

Petugas lapangan Yayasan Intermedika mengirimkan broadcast massaging (pesan berantai ) mengunakan BBM,Whatapp,Line,facebook,wechat,grinder,jackd, dan growl ,yang berisi informasi seputar HIV,AIDS,Layanan Kesehatan berserta kontak yang bisa dihubungi untuk informasi lebih lanjut. Untuk media sosial facebook petugas lapangan yayasan intermedika mengirimkan pesan ke grup-grup komunitas Gay dan LSL. feedback yang didapat berisi tentang pertanyaan dimana tempat layanan kesehatanya?harganya untuk test HIV? waktu buka layanan kapan?. Setelah menjawab pertanyaan dari dampingan dan pemberian informasi lanjutkan biasanya dampingan meminta petugas lapangan untuk mendampingi pergi kelayanan kesehatan, petugas lapangan merujuk kelayanan yang dekat dengan lokasi dampingan agar memudahkan dampingan untuk mengakses layanan kesehatan.

Feedback yang di dapat ketika melakukan penjangkauan melalui media sosial dicatat dan di dokumentasikan di buku pencatatan harian petugas lapangan, 60 persen yang diberikan informasi melalui media sosial memberikan feedback yang positif. Untuk program YCC ada 798 orang dampingan yang terjangkau,yang di rujuk kelayanan kesehatan 710 orang,untuk dampingan yang hiv positif 172 orang dan yang akses ARV 161 orang. Untuk program Derap ada 1791 orang dampingan yang terjangkau,yang di rujuk kelayanan kesehatan 1382 orang,untuk dampingan yang hiv positif 132 orang dan yang akses ARV 90 orang.

Selain itu Yayasan Intermedika bekerja sama dengan website GueBerani.com. GueBerani.org adalah campaign dan ajakan untuk gay dan LSL untuk test HIV secara berkala dan dimana data dan profil petugas lapangan dan konselor di tampilkan di website tersebut, dan GueBerani.com juga memberikan dukungan mercendais kepada Yayasan Intermedika untuk diberikan kepada dampingan yang melakukan test HIV. Yayasan Intermedika memiliki website Intermedika.org sebagai pusat informasi HIV dan AIDS, Seksualitas, dan gaya hidup Gay dan LSL.

Yayasan intermedika juga mempunyai website khusus untuk ODHA yaitu GueBisa.org yang isinya sebagai Pusat informasi,rujukan,gaya hidup,tips kesehatan dan informasi tentang kebutuhan ODHA. Guebisa.org di launcing pada tanggal 20 desember di moonligt disquotik jakarta barat, dan sampai bulan febuary 2950 orang yang mengakses GueBisa.org. 65,3 persen merupakan user baru yang mengakses dan 34,7 persen penguna baru yang mengakses kembali GueBisa.org. sebagai sarana promosi dan untuk memviralkan informasi GueBisa.org yayasan intermedika membuat Fanspage GueBisa.org yang sampai saat ini baru 255 orang yang menyukai halaman tersebut.

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response