Yayasan Inter Medika

Dengan OR tanpa HIV

Yayasan Inter Medika January 4, 2016 Kesehatan No Comments on Dengan OR tanpa HIV
Dengan OR tanpa HIV

Bagi sebagian orang, dekat dengan HIV itu menakutkan, tapi jangan salah! Banyak orang yang statusnya negative tidak takut untuk hidup bersama dengan orang-orang yang berstatus positive.

Hai, YIMers??? Pasti pernah dengarkan dengan kata HIV? Yup.. kata itu sudah tidak asing lagi bagi kita. Dan menurut sebagian orang, kata HIV itu sudah tidak menakutkan lagi. Berarti kalau cuma sebagian orang tidak takut dengan kata HIV berarti masih ada sebagian orang yang merasa takut dengan HIV itu dong! Wah, kalau benar demikian, kasian sekali ya mereka yang masuk dalam kategori sebagian itu.
Menurut YIMers, apa sih penyebab sebagian orang masih takut dengan HIV? Informasi yang kurang tentang HIV bisa menjadi penyebab sebagian orang masih ketakutan dengan HIV. Terus apa solusinya agar semua orang tidak takut lagi saat mendengar kata HIV?

Informasi tentang apapun di zaman sekarang ini tidak akan sulit loh. YIMers bisa mencari di sosial media, sekarang sudah banyak informasi tentang HIV dan informasi lainnya. Tentunya yang tidak bias.
Nah YIMers, kalau ngomongin HIV, Terus YIMers tinggal satu atap dengan orang yang sudah pasti positif HIV, apa yang YIMers lakukan? Mengusirnya? Menjauhinya? Atau malah akan merangkulnya?

Biar YIMers gak bingung, berikut ini Brondongmanis.com akan berbagi tips tentang hidup dengan orang yang sudah positif HIV
1. INFORMASI
Penting sekali untuk kita tahu informasi dasar, lengkap, tepat dan benar tentang HIV. Mulai dari apa itu HIV dan AIDS, kemudian bagaimana HIV itu menular, cairan apa saja yang dapat menularkan HIV, Bagaimana HIV tidak menular, Bagaimana memulihkan kembali kesehatan ODHA, Bagaimana terapi ARV. Yang paling mendasar kalau sobat bronis punya pasangan ODHA, jangan karena gak ngerti informasinya terus sobat Bronis putusin dia gara-gara HIV? Nggak banget deh, jaman sekarang kita harus pinter mencari informasi sebanyak-banyaknya. Jangan gara-gara HIV, Sobat Bronis putusin sang pacar. GAK MANUSIAWI!!!
2. POSITIF THINKING
Pacaran mau sama ODHA ataupun bukan, kita harus tetap positive thinking, jangan keseringan berburuk sangka. Kalau dari awal kalian tahu bahwa pasangan kalian ODHA, hal yang terpenting adalah penerimaan, cari jalan keluarnya bersama, diskusikan dan ngobrol, apa yang bisa kalian lakukan sebagai seorang yang terkait relasi.
3. KOMUNIKASI
Dengan segala problematika yang biasa dihadapi ODHA, khususnya saat sedang sakit, setelah tahu informasi lengkapnya, kamu harus mulai membangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Pastikan kamu sama-sama tahu kebutuhan satu sama lain. Bukan berarti jika pasangan kamu ODHA terus dia bisa memperlakukanmu layaknya suster di rumah sakit lho. Pengertian dan komunikasi harus dibangun sejak awal. Jadi jangan sampai deh berantem gara-gara hal sepele atau yang berhubungan dengan HIV-nya. Pastikan kalian sama-sama well information, dan well communicate.
4. PERSOALAN KESEHATAN
Kamu bisa jadi pengingat yang baik buat pasangan. Jangan bikin dia bergantung sama kamu, dia harus juga tetap mandiri. Tapi gak ada salahnya toh sebagai pacar yang baik kita mengingatkan dia untuk beberapa hal. Contohnya nih, jam minum ARV. Walaupun pacar sudah pasang alarm, gak ada salahnya pas jam dia minum obat, kamu BBM/SMS dia dan tidak ada salahnya juga kamu mengingatkan dia untuk makan yang teratur dan bergizi, minum air putih, makan buah-buahan dan juga rutin berolahraga. Kalau kamu punya waktu, bisa kok kamu anter dia sebulan sekali, temenin periksakan diri ke dokter sekalian ambil ARV-nya. Supaya kamu lebih tahu informasinya lagi lebih dalam.
5. KELUARGA
Bagaimana ya dengan keluarga? Apakah sebaiknya orangtua kamu tahu bahwa pasangan kita HIV? Nah kalau yang ini, cuma teman-teman dan pasangan kalian yang bisa menjawab. Bicarakan dengan pasangan tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi bila orangtua kalian tahu pasangan kita HIV. Pastikan juga orang tua kalian tahu informasi tentang HIV dan AIDS yaaa..!
Penting nih, bukan berarti, pasangan HIV saja. Siapapun, mulai sekarang.. coba deh ngobrol sama keluarga kalian tentang apa itu HIV dan AIDS, bagaimana cara penularannya dan lain-lain. Supaya keluarga kita juga memahami apa itu HIV-AIDS dan gak lagi ada stigma serta diskriminasi terhadap ODHA.
6. MASYARAKAT
Ajak pasanganmu untuk gabung dan bersosialisasi dengan teman-temanmu dan juga di lingkungan sekitar. Ada masa dimana orang yang hidup dengan HIV merasa putus asa dan merasa ditinggalkan. Nah! Dengan mengajak mereka ke lingkungan yang baru, mungkin mereka akan lebih percaya diri dan gak merasa seperti orang pesakitan terus menerus.
Nah! sebaliknya, kamu juga bisa kok datang ke pertemuan atau seminar yang berhubungan dengan HIV-AIDS. Kalau pasangan punya pertemuan dengan kelompok dukungannya, gak ada salahnya kan kita juga ikut. Biar tambah pinter dan makin care sama ODHA.

Sumber:
http://www.odhaberhaksehat.org/2012/hiv-hanya-bisa-menular-jika-baca-artikel-ini/
2.http://www.odhaberhaksehat.org/2013/bagaimana-jika-pacar-saya-hiv/
3.http://id.wikipedia.org/wiki/Pacaran
4.brondongmanis.com

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response