Yayasan Inter Medika

5 Mitos HIV

Yayasan Inter Medika December 28, 2015 Kesehatan, Komunitas No Comments on 5 Mitos HIV
5 Mitos HIV

Dengan masih rendahnya pemahaman masyarakat diluar sana terkait epidemi HIV, maka tidaklah mengejutkan jika kita masih banyak menemukan mitos-mitos yang masih beredar luas dari 30 tahun lalu sampai dengan saat ini. Coba yuk kita pahami dan bongkar beberapa mitos berikut! Lebih paham, lebih kenal, lebih saling menghargai.

MITOS 1. Vonis HIV = Vonis Mati
Ini adalah salah satu mitos yang paling populer, bahwa kemungkinan hidup seorang ODHA sangat pendek. Mitos ini berkembang dari tahun 1980-1990an dimana memang belum tersedia pengobatan yang efektif bagi ODHA. Namun pada masa kini, kita sangat beruntung karena telah ada Highly Active Antiretroviral Therapy yang dapat memberikan peningkatan kualitas kesehatan hidup ODHA. Jika kamu berkomitmen untuk terus melakukan terapi ARV dan menjalani gaya hidup sehat, maka tidak ada alasan kita tidak bisa hidup sehat dengan HIV.

MITOS 2. ARV jauh lebih berbahaya ketimbang bermanfaat
Betul, bahwa setiap obat pasti memiliki efek samping. Namun, pengobatan adalah sebuah penyelamat hidup. Pada masa kini, terapi ARV dapat mengurangi angka kematian karena AIDS hampir 80% di seluruh dunia. Lalu, tahukan kamu bahwa terapi ARV disediakan di Indonesia dengan gratis melalui program pemerintah? Hebat! Bayangkan saja jika kamu harus merogoh jutaan rupian setiap bulannya untuk terapi ARV. Namun tidak di Indonesia 🙂

MITOS 3. Cowok & Cewek hetero tidak rentan HIV
HIV bukanlah virus kelompok homoseksual. Laki-laki bisa menginfeksi perempuan dan juga sebaliknya. Faktanya bahwa kebanyakan kasus HIV yang ada terjadi pada pasangan heteroseksual. Risiko itu bukan mengenai siapa kamu, tetapi apa yang kamu lakukan. Melakukan seks berisiko memberikan kamu kerentanan akan tertular HIV.

MITOS 4. Kalau kamu sudah punya pasangan atau sudah menikah, kamu gak akan kena HIV.
Seseorang bisa hidup dengan HIV bertahun-tahun tanpa menunjukan gejala apapun. Mengetahui status HIV kamu dan pasangan kamu ketika kalian akan saling berkomitmen dapat membuka wacana bagaimana kalian harus menyesuaikan relasi kalian. Banyak sekali kasus HIV yang terjadi pada ibu rumah tangga yang bersikap setia dengan suami. Apakah kita masih berpikir bahwa kita tidak berisiko sama sekali? Bersikap setia dan tetap menggunakan kondom adalah langkah preventif yang harus kamu lakukan.

MITOS 5. HIV bisa ditularkan melalui air mata, keringat, gigitan nyamuk, kolam renang dan kontak sosial lainnya.
Berciuman, berpelukan, berjabat tangan, melalui toilet, dan berbagi peralatan makan sering kali dikaitkan dengan resiko penularan HIV. Namun, pada kenyataannya semua hal tersebut adalah salah. Virus HIV hanya dapat ditularkan melalui beberapa cairan tubuh yang tinggi konsentrasi virusnya, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan air susu. Kontak sosial seperti yang disebutkan diatas tidak benar dapat menularkan HIV. Berpelukan dengan orang yang hidup dengan HIV justru dapat memberikan dukungan dan menunjukan rasa cinta kita kepada mereka.

sumber: www.brondongmanis.com

Like this Article? Share it!

About The Author

Leave A Response